Dekorasi

Mengenal Jenis Karpet Dari Bahan Alami Yang Sedang Trend

Jenis Karpet Dari Bahan Alami

Semakin tingginya kebutuhan akan karpet membuat produsen berupaya memberikan produk berkualitas dengan bahan yang semakin berkualitas pula seperti adanya karpet tile, sutera, dan banyak lagi. Dengan menggalakkan motto back to nature penggunaan bahan alamipun jadi pilihan, dan hasilnya berbagai jenis karpet mewah, elegan, dan indah dari bahan alampun tercipta. Apa saja jenisnya?

6 Jenis Karpet Berbahan Alami

Jenis Karpet Berbahan Alami

Ada karpet berbahan bambu, sisal, rami, lamun, kulit, dan wol. Keenam jenis karpet ini mampu menggusur ketenaran karpet bahan lain yang sudah ada sejak lama seperti karpet tile, beludru, nilon dan lainnya. Sebab, selain indah, karpet berbahan alami ini juga baik untuk kesehatan makanya banyak yang beralih menggunakannya.

1. Karpet Bahan Bambu

Bambu yang digunakan sebagai bahan membuat karpet merupakan bambu muda yang diproses dengan berbagai cara sehingga menghasilkan karpet dengan berbagai motif dan warna natural. Biasanya dipakai untuk ruang keluarga atau yang tidak terlalu banyak aktivitas kotor, karena dalam perawatannnya harus maksimal agar debu tidak menempel disela-sela bambu.

2. Karpet Bahan Sisal

Merupakan karpet yang dibuat dari ekstrak tanaman Sisalana agave, biasa juga disebut Century Plant atau Aloe Amerika. Dalam pengolahannya, karpet yang motifnya sedikit mirip dengan motif karpet tile ini memiliki kelebihan diantaranya tahan api menyerap suara dan anti statis. Wajar kalau banyak yang menggunakannya untuk ruangan privasi seperti kamar atau ruang keluarga.

3. Karpet Bahan Rami

Bahan rami merupakan serat dari batang tanaman, karpet yang dihasilkan dari bahan ini berkesan mewah dengan motif alam yang kental. Berbagai ukuran dan bentuk karpetpun bisa dipesan pada pengrajin karpet rami, tapi tentunya dengan harga yang berbeda-beda. Perawatannya juga harus maksimal agar tidak memiliki bekas noda yang membandel.

4. Karpet Bahan Lamun

Merupakan karpet yang dibuat dari tanaman daerah basah, lamun sendiri berarti rumput laut. Karpet yang dihasilkan sama halus dengan karpet tile dan sangat variatif dalam hal motif. Ciri khas terletak pada bau jerami yang khas dan warna kecoklatan yang mendominasi. Tapi karena terbuat dari bahn alam maka keawetannya terbatas sesuai penggunaan dan penempatannya.

5. Karpet Bahan Kulit

Adalah karpet yang dibuat dari kulit binatang, biasanya adalah kulit sapi atau domba yang diolah menjadi karpet dengan motif yang eksotis. Tapi ada juga yang menggunakan kulit buaya atau kulit ular yang harga karpet relatif mahal dan saat ini jarang ditemukan karena dilarang produksi oleh lembaga penyayang binatang internasional.

Kalau karpet tile atau karpet sintetis bisa diaplikasikan dimana saja karena mudah dibersihkan, karpet kulit harus dijaga ekstra, karena rentan kotor dan sulit bersih kalau sudah kena noda. Makanya kebanyakan karpet ini hanya dipakai pada area tertentu seperti kamar tidur atau ruang tamu.

6. Karpet Bahan Wol

Karpet yang terbuat dari bahan bulu domba, kambing, alpaka ini sangat familiar di hunian mewah karena memberi kesan luxury tak terbatas. Kebanyakan menempatkan karpet jenis ini pada kamar tidur, dan ruang keluarga, karena kelembutan yang dihasilkan dari bahan ini membuat nyaman siapa saja yang ada di atasnya.

Bahkan karpet wol mampu mengalahkan popularitas karpet sintetis seperti karpet tile, karpet nilon, dan beludru. Karpet ini juga punya banyak kelebihan seperti bebas tungau, mudah dibersihkan dan tahan lama.

Kalau Anda ingin menerapkan motto back to nature maka tak ada salahnya untuk menggunahan karpet berbahan alami seperti di atas, karena pasti lebih aman dan sehat untuk ditempatkan di berbagai ruangan rumah Anda. tinggal pastikan ruang yang akan diberi karpet, sediakan anggaran yang cukup dan bawa pulang karpet alami pilihan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *