Konstruksi

Kenali Jenis Waterproof Bangunan Agar Tidak Salah Pilih

Jenis Waterproof

Pada saat membangun sebuah bangunan, tentu saja menggunakan banyak sekali bahan material yang membuat bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan bebas dari bocor atau rembesan. Untuk dapat mencegah bocor atau rembesan pada sebuah bangunan biasanya menggunakan bahan pelapis anti air atau biasa disebut dengan waterproofing.

Cat pelapis atau pelindung yang satu ini sendiri sangatlah penting agar dapat membuat bangunan tetap aman terhadap air yang dapat masuk melalui sela-sela atap ataupun dinding. Ada beberapa jenis dari waterproofing yang perlu diketahui, di mana setiap jenisnya memiliki beberapa perbedaan dan fungsi spesifik yang perlu dipahami. Hal ini sendiri ditujukan agar Anda tidak salah memilih antara waterproofing sika dan yang lainnya ketika membutuhkan waterproofing pada bangunan.

Jenis Jenis Waterproof Yang Perlu Diketahui

Ketika ingin menggunakan waterproof untuk bangunan sendiri, Anda harus mengetahui jenis-jenisnya. Di mana hal ini sangat penting karena setiap jenisnya memiliki beberapa perbedaan sesuai dengan fungsinya. Berikut ini adalah jenis-jenis waterproofing :

1. Waterproofing coating

Sistem coating sendiri atau pelapisan ini sendiri sebenarnya menggunakan bahan yang memiliki dasar air. Di mana bahan pelapis ini sendiri lebih seperti cat yang lebih kental dan juga kenyal. Untuk sistem coating ini sendiri biasanya digunakan untuk melapisi tanki penyimpanan air, talang beton, atap, dinding samping, dan galvalum. Ada kalanya waterproofing coating ini juga berbahan dasar semen, di mana dalam penggunaannya sendiri dicampurkan dengan sedikit air dan diaplikasikan pada bagian yang bocor.

2. Waterproofing membrane

Waterproofing Membrane

Jenis pelapis anti air selanjutnya adalah waterproofing membrane, di mana jenis yang satu ini sendiri berbentuk seperti gulungan atau lembaran. Jenis yang satu ini sendiri sering disebut waterproofing membrane bakar, hal ini sendiri dikarenakan pemasangannya yang membutuhkan proses pembakaran. Pelapis anti air yang satu ini sendiri dapat dikatakan lebih rumit dalam pemasangannya, karena harus dipanasi, dibakar atau torching, lalu dilapisi menggunakan lem. Bahan dari bahan pelapis ini ada dua macam yaitu bahan dasar fiber dan polyester, di mana penggunaannya sendiri untuk struktur bangunan dak atau atap beton.

3. Waterproofing Flashband Self Adhesive

Jenis waterproofing yang satu ini sendiri berbentuk seperti lembaran  atau flashband. Pada saat pemggunaan pelapis anti air yang satu ini sendiri biasanya tidak menggunakan satu lapis saja tapi dua lapis, di mana pelapis pertama berfungsi sebagai perekat sedangkan yang kedua sebagai pelapis anti airnya. Bahan dari waterproofing ini sendiri adalah membrane polyester dan alumunium foil atau cat penutup. Di mana untuk alumunium foil digunakan untuk perekat dan polyester sebagai pelapis anti airnya. Penggunaan waterproofing ini sendiri biasanya untuk struktur lantai, atap, talang beton, dan sebagainya.

4. Waterproofing intergral

Untuk waterproofing integral sendiri biasanya dicampurkan pada bahan adukan semen untuk beton, di mana membuat bahan ini akan melapisi beton tanpa harus dilapisi lagi dengan jenis waterproofing lainnya. Waterproofing yang satu ini biasanya digunakan untuk struktur bangunan basement, bak penampungan air, kolam renang dan lain sebagainya.

Itu adalah beberapa jenis dari waterproofing untuk berbagai jenis bangunan, di mana setiap jenisnya digunakan untuk kebutuhan yang berbeda. Tentu saja waterproofing sika juga digunakan untuk campuran dalam tipe bangunan yang berbeda yang mana juga harus Anda ketahui agar tidak salah pilih. Menggunakan waterproofing sendiri sangatlah penting agar membuat bangunan dapat bertahan lama dan bebas bocor.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *